Warung Kopi Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

3 Kota di Indonesia dengan Budaya Ngopi yang Unik

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Kontributor: Gunius

Mari kita bercerita tentang warung kopi di beberapa kota di Indonesia. Budaya ngopi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Toh Indonesia adalah negara produsen kopi terbesar ke 4 di dunia (Sumber BBCIndonesia.com). Semenjak dahulu pun leluhur kita sudah menikmati kopi sebagai minuman keseharian. Kopi diperkenalkan ke Indonesia sejak abad 17 oleh kolonial Belanda dengan bibit kopi dari Malabar, India (Sumber Tanamera.com).

Sejalan dengan budaya modern, mau tidak mau novel Filosofi Kopi dari Dewi Lestari yang kemudian diangkat ke layar lebar menjadikan budaya minum kopi jadi lebih popular, istilah sekarang yaitu lebih kekinian atau nge-pop. Jaringan waralaba Starbucks makin banyak juga bahkan di kota besar seperti Jakarta atau Bandung dalam hitungan jarak puluhan meter mereka ada. Belum lagi coffee shop yang kekinian yang ingin menunjukkan eksistensi budaya anak muda tersebar di kota-kota besar.

Tapi tahu gak ada 3 kota di Indonesia yang mempunyai budaya ngopi tradisional yang kental dimana warung kopi tersebar banyak di wilayahnya yaitu Banda Aceh, Belitung dan Pontianak.

1. Banda Aceh

Kopi Sanger Arabica di sekitaran Masjid Abdurrahman Indonesia A-Z
Kopi Sanger Arabica di sekitaran Masjid Abdurrahman

Ini sih surganya tempat minum kopi terbaik karena minum kopi jadi sesuatu yang lumrah disini. Pagi ngopi, siang ngopi bahkan malam pun ngopi lagi. Belum lagi Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia dengan Kopi Gayo nya. Sanger, kopi Agam atau pun kopi Inong adalah cara penyajian kopi dari Aceh ini. Warung kopi banyak tersebar di daerah Peunayong atau pun sekitaran Masjid Baiturahman dalam bentuk indoor atau outdoor. Boleh dibilang Banda Aceh adalah surganya kopi terbaik. Biji kopinya kebanyakan kopi Arabica dengan sedikit asam di dalamnya. Kisaran harga Rp. 10-25rb

Kopi Sanger Arabica di sekitaran Masjid Abdurrahman

2. Belitung

Kopi Susu di Mangar, Belitung Timur Indonesia A-Z
Kopi Susu di Mangar, Belitung Timur

Daerah lain di Indonesia dimana budaya ngopi adalah suatu hal yang menjadi keseharian adalah Belitung. Budaya ngopi di Belitung dibawa oleh orang Cina yang merantau ke Belitung. Mereka mendirikan warung-warung kopi untuk kebutuhan pekerja tambang timah yang beroperasi 24 jam. Sesaat sebelum berangkat kerja mereka akan mampir dulu ke warung kopi untuk sekedar ngobrol dan bertukar informasi begitu pun setelah pulang kerja. Kopi tarik dan kopi susu menjadi menu andalannya.

Warung kopi banyak tersebar di daerah Belitung Timur, daerah Mangar tepatnya. Belum ke Belitung kalo belum ngopi di Mangar dan sangat asyik ngopi disana sambil ngobrol dengan warga lokal. Yang terkenal dari Belitung yaitu Warung Kopi Kong Djie. Nah kopi dari Belitung berasal dari kopi jenis robusta yang didatangkan dari Lampung dengan aroma tanah yang kuat. Harga Rp. 7-15rb per cangkirnya.

3. Pontianak

Koh Asiang sedang beraksi di warungnya Indonesia A-Z
Koh Asiang sedang beraksi di warungnya

Ini yang agak-agak mengagetkan buat saya karena ternyata menurut pandangan saya, warung kopi di kota ini yang paling banyak dibandingkan 2 kota di atas. Budaya ngopinya pun luar biasa. Dalam hitungan meter warung kopi berjajar dan bertebaran dimana-mana bahkan sampe ke gang-gang jalan. Warung kopi terkonsentrasi di wilayah kota jalan Gajah Mada. Sepertinya memang mereka sangat mencintai kopi sebagai wahana untuk ngobrol dan bersosialisasi.

Yang saya amati warung kopi banyak dijalankan oleh warga keturunan Cina. Sebut saja 2 warung kopi legendaris disana yaitu Warung Kopi Koh Asiang dan Warung Kopi Aming. Kopi yang disajikan jenis robusta yang memang lebih cocok dijadikan kopi susu. Pahitnya pas untuk kopi susu di Warung Kopi Koh Asiang. Kisaran harga Rp. 7-10rb

Jadi..Woy ngopi woy, jangan diem-diem bae..seperti jargon ini.