Prajas Waigeo Homestay Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

Dari Friwen ke Prajas – Raja Ampat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Florentina Woro

Kata orang, Raja Ampat itu bagus banget! Ga mau cuma denger kata orang, jadi gue memutuskan untuk ke sana. Pas banget ada temannya teman yang lagi cari orang buat share cost. Berangkatlah kami bertujuh belas, rame ya? Iya rame banget dan cuma beberapa yang saling kenal. Cuti 2 hari di Jumat dan Senin karena Selasa adalah tanggal merah, totalnya 5 hari 4 malam. Berhubung bukan gue yang atur share cost kali ini, jadi gue ikut aja buat itinerary dan budget. Ngatur share cost itu ga gampang apalagi dengan jumlah orang sampai belasan, jadi jangan sampe ngerepotin orang yang udah hitung budget dan susun itinerary. Tujuan utama kami adalah Raja Ampat bagian utara, Wayag.

Kenapa dinamakan Raja Ampat?
Karena wilayah ini merepresentasikan empat pulau besar, yaitu Waigeo, Batata, Salawati dan Misool.
peta raja ampat Indonesia A-Z
Peta Raja Ampat. Sumber peta dari blog ini.

Jakarta – Sorong – Pelabuhan Rakyat – Pelabuhan Waisai

Bandara Sorong Indonesia A-Z
Bandara Sorong

Untuk menuju ke Wayag, perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Bandara Sorong. Dilanjutkan dengan menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Rakyat di Sorong menuju Waigeo. Untuk eskplor Raja Ampat, wisatawan diharuskan membeli Pin Raja Ampat di Waisai Tourist Information Centre, di kantor pelabuhan Waisai. Biayanya seharga Rp 500.000 untuk wisatawan domestik dengan membawa fotokopi KTP.

Pelabuhan Sorong Indonesia A-Z
Pelabuhan Sorong

Perjalanan dari Sorong ke Waisai ditempuh sekitar 2 jam. Gue tidur, ga ada yang bisa dilakukan lagi di kapal. Begitu sampai di Waisai, salah satu teman mengurus Pin Raja Ampat dan kami langsung menuju Speed boat. Kapasitas speed boat yang kami pakai muat hingga 20 orang.

 

Friwen

Friwen Papua Indonesia A-Z
Friwen Papua

Sayang sekali cuaca kurang bersahabat, begitu selesai makan siang di Friwen, hujan. Kami kembali ke kapal dan hanya numpang makan siang di sini. Yang menarik di Friwen adalah kelapa mudanya. Apa menariknya? Daging kelapanya lebih lembut dan tebal, air kelapanya juga beda. Biar ga penasaran, nanti dicoba ya! Ada ayunan ga jauh dari saung tempat kami makan. Kalau mau coba tantangan, kalian bisa naik ke pohon kemudian terjun ke pantai.

Friwen Indonesia A-Z
Ayunan di Friwen

Begitu masuk ke kapal, hujan berhenti…

Haha nasib ga bisa berlama-lama di Friwen, kami langsung menuju ke salah satu ikon di Waisai, yaitu Batu Pensil.

Pantai Friwen Indonesia A-Z
Pantai Friwen

 

Batu Pensil di Teluk Kabui

Batu Pensil Teluk Kabui Indonesia A-Z
Batu Pensil Teluk Kabui

Kenapa dinamakan Batu Pensil? Perhatiin deh, bentuknya itu kayak pensil tapi sudah patah ujungnya, sayang sekali. Batu Pensil ini terletak di Teluk Kabui, Sore itu mendung dan perjalanan ke Waigeo cukup lama, jadi kami ga berlama-lama di situ.

 

Prajas Homestay Waigeo

Kamar Prajas Homestay Waigeo Indonesia A-Z
Kamar Prajas Homestay Waigeo

 

Prajas Homestay Wayag Indonesia A-Z
Pemandangan dari depan kamar di Prajas Homestay

Setelah perjalanan panjang sekitar 3 jam, akhirnya kami sampai di Prajas Homestay, sudah gelap dan langsung menuju kamar masing-masing. Gue ga sempat moto kamarnya, yang jelas berkelambu dengan kasur tanpa ranjang. Kamar mandi di dalam dan pastinya bersih. Makanan di Prajas ini enak-enak dan porsinya berlimpah, yang jelas selalu ada ikan. Rekomen banget nginap di sini. Rp 450.000 termasuk 3x makan dan snack sore. Bisa juga pesan lobster untuk makan malam dengan penyesuaian harga.

Prajas Waigeo Homestay Indonesia A-Z
Pagi di Prajas Homestay, Waigeo

FYI di sini ga ada sinyal, jadi waktunya detox digital, nikmatin aja suasana dan makanannya yes. Kalau mau nginap di Prajas sebaiknya booking dulu sebelumnya dan bisa kontak Pak Anwar di 085230540586. Kemarin itu jalan bertujuh belas sharing cost dibantu salah satu temen yang punya trip Misool Paradise. Nah jadi mau share cost atau pakai trip terserah deh, senyamannya aja…

Hari kedua, tujuan utama kami, Wayag!

Baca ceritanya di sini.