Kampung Budaya Sindangbarang Indonesia A-Z
TRAVEL STORY

Harmoni Alam dan Budaya di Kampung Sindangbarang

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Florentina Woro

Ini kali kedua gue datang ke Kampung Budaya Sindangbarang. Yang khas dari kampung budaya ini adalah lumbung padi dan kesenian Angklung Gubrag.

Pembukaan di Sindanbarang Indonesia A-Z
Pembukaan pertunjukan kesenian di Sindanbarang

Langit biru cerah dan cukup terik siang itu ketika kami menikmati pertunjukan. Rasanya seperti balik ke tahun 2015 waktu pertama kali ke sini melihat angklung gubrag. Duduk rapih di pinggir lapangan dan semua siap dengan kameranya. Diawali dengan pembukaan, seluruh penari tampil mengelilingi lapangan. Pertunjukan pertama adalah Angklung Gubrag.

Angklung Gubrag

Angklung Gubrag Indonesia A-Z
Angklung Gubrag

Angklung gubrag dimainkan oleh wanita karena melambangkan Dewi Sri, dewi kesuburan untuk padi. Dulunya dipakai untuk iring-iringan nandur padi sehingga padi tumbuh subur. Uniknya lagi, angklung berukuran besar dan di bagian atasnya dipasang kembang wiru. Kaki para penari bergerak lincah seiring dengan gubrakan angklung.

Rampak Gendang

Rampak gendang Indonesia A-Z
Rampak gendang

Setelah selesai pertunjukkan Angklung Gubrag dilanjutkan dengan Rampak Gendang yang juga merupakan kesenian dari Jawa Barat. Teriknya matahari siang itu tidak menghalangi para penari memberikan penampilan terbaiknya. Mereka menggunakan stik drum untuk memukul gendang, gerakannya lincah dan enerjik, sesekali ada teriakan bersautan dari penari.

Penari Rampak Gendang Indonesia A-Z
Penari Rampak Gendang

Gue sebagai penonton aja rasanya dehidrasi saking panasnya, salut dengan para penari itu. Goyang terusss… Jika ingin melihat pertunjukan tari tradisional, lebih baik di pagi atau sore hari.

Kaulinan Barudak

Kaulinan Barudak Indonesia A-Z
Kaulinan Barudak

Kalau tadi Rampak Gendang dimainkan oleh remaja, pertunjukan berikutnya dimainkan oleh anak-anak kecil. Mereka menampilkan Kaulinan barudak, permainan tradisional Sunda, seperti permainan masa kecil “Ular Naga”, namun diiringi dengan tarian dan lagu khas Sunda.

Penari cilik Indonesia A-Z
Penari cilik di Singdangbarang

Camera don’t lie hahaha.. Ada yang senyum, ada yang cemberut, ada yang mengernyitkan dahi. Kocak sih ekspresi anak-anak ini. Biarpun panas, mereka tetap menari dan terus menari.

Pencak Silat

Pencak Silat Indonesia A-Z
Pencak Silat

Panas banget men! Gue makin melipir ke pinggir buat ngadem sebentar. Tapi ga lama, langsung balik ke lapangan karena berikutnya pencak silat. Bayangan gue bakal ada gerakan-gerakan yang wow dengan cerita, ternyata biasa aja. Cukup disayangkan tarian pencak silat di sini durasinya sangat singkat. Baru mulai menikmati, eh sudah selesai tariannya.

Tari Jaipong

Jaipong Indonesia A-Z
Jaipong

Kamudian dilanjut dengan Jaipong, si mbak baju pink ini gerakannya sangat luwes. Dari beberapa lagu yang mengiringi Tari Jaipong, gue paling suka pas lagu Mojang Priangan. Hm, mungkin karena sering dengar jadinya familiar.

Tari Merak

Tari Merak Indonesia A-Z
Tari Merak. Foto oleh Raiyani

Dari semua tarian, gue paling suka kostum penari ini, penuh warna. Sesuai dengan namanya, Tari Merak, selendangnya bermotif ekor merak.

Parebut Seeng

Parebut Seeng Indonesia A-Z
Parebut Seeng

Rangkaian pertunjukkan di Kampung Budaya Sindangbarang ditutup dengan kesenian Parebut Seeng. Gue baru pertama kali dengar dan lihat pertunjukan ini. Seeng artinya tungku nasi tradisional, parebut artinya merebut. Jadi Parebut Seeng menampilkan perebutan tungku nasi yang diikat dibawa oleh lawannya. Menariknya, gerakan ini dikombinasikan dengan silat. Parebut Seeng merupakan rangkaian tradisi pernikahan di Sunda. Jawara dari pihak perempuan akan merebut seeng dari jawara pihak laki-laki.

Kembali ke Sindangbarang

Bersama penari angklung gubrag Indonesia A-Z
Bersama penari Angklung Gubrag

Sudah dua kali ke sini dan sepertinya akan balik lagi, mau coba menginap untuk weekend getaway. Yang gue suka dari Kampung Budaya Sindangbarang adalah udaranya yang bersih, karena lokasinya di kaki Gunung Salak dan tidak di pinggir jalan, jadi minim polusi. Mereka menyediakan beberapa paket wisata dan penginapan, untuk harga dan detailnya bisa dicek di sini. Yuk! Ada yang mau ikut?

A nation’s culture resides in the hearts and in the soul of its people. 

Mahatma Gandhi